Subscribe Us

header ads

Guru dan Pengasuh TPA IT Harapan Brebes Ikuti Pandopokan Embuh Tematik Hypnoparenting

Dok Pendopokan Embuh

Brebes – Puluhan guru, tenaga kependidikan, dan pengasuh dari TPA IT Harapan Brebes mengikuti kegiatan Pandopokan Embuh Tematik Hypnoparenting yang diselenggarakan di Griya Hipnoterapi MPC, Perumahan K1001 Pintu No. 96 RT 06 RW 09 Pasarbatang, Brebes, pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini merupakan kolaborasi antara TPA IT Harapan Brebes dan Griya Hipnoterapi MPC sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pendidik dan pengasuh dalam memahami karakter anak, membangun komunikasi yang sehat, serta memperkuat kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

Pandopokan Embuh sendiri merupakan agenda rutin yang biasanya dilaksanakan setiap hari Jumat. Namun, untuk tema khusus kali ini, kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu agar dapat diikuti secara maksimal oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan pengasuh TPA IT Harapan Brebes.

Narasumber kegiatan, Aziz Aminudin, M.Pd, membuka sesi dengan gaya khas Embuhisme yang sederhana namun sarat makna. Dalam pemaparannya, Aziz mengajak peserta memahami bahwa proses mendidik anak tidak dapat dilepaskan dari cara pandang orang dewasa terhadap hidup dan kehidupan.

Dok Pandopokan Embuh

Menurutnya, banyak persoalan yang muncul dalam dunia pendidikan bukan semata-mata karena perilaku anak, melainkan karena orang dewasa sering kali belum memahami cara kerja pikiran, emosi, dan kebutuhan dasar seorang anak.

“Sebelum memahami anak, kita perlu memahami diri sendiri. Sebelum memperbaiki perilaku anak, kita perlu memperbaiki cara berpikir dan cara berkomunikasi kita. Karena anak sering kali menjadi cermin dari lingkungan yang mendampinginya,” jelas Aziz.

Dalam sesi reflektif tersebut, peserta diajak memahami konsep hidup, kehidupan, dan penghidupan. Hidup dipahami sebagai keberadaan manusia, kehidupan sebagai proses menjalani dan memaknai keberadaan tersebut, sedangkan penghidupan merupakan ikhtiar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Setelah sesi pembuka, materi dilanjutkan dengan pembahasan Hypnoparenting, yaitu pendekatan komunikasi yang memanfaatkan prinsip-prinsip kerja pikiran sadar dan bawah sadar untuk membangun hubungan yang lebih positif dengan anak.

Berbeda dari parenting pada umumnya, pembahasan kali ini lebih diarahkan kepada kebutuhan para guru, tenaga kependidikan, dan pengasuh yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak di lingkungan pendidikan.

Dok Pandopokan Embuh

Peserta mendapatkan wawasan mengenai cara mengenali kebutuhan emosional anak, memahami perilaku anak dari sudut pandang psikologis, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pentingnya membangun komunikasi yang harmonis antara lembaga pendidikan dan orang tua.

“Guru dan orang tua adalah tim. Ketika keduanya berjalan sendiri-sendiri, anak menjadi bingung. Tetapi ketika keduanya memiliki tujuan dan komunikasi yang selaras, anak akan lebih mudah berkembang secara optimal,” ungkap Aziz.

Materi tersebut mendapat respon positif dari peserta karena dinilai sangat relevan dengan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, baik saat mendampingi anak maupun ketika berkomunikasi dengan orang tua.

Kepala TPA IT Harapan Brebes, Hery Sri Hastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan.

“Kami sengaja hadir dan belajar bersama di Griya Hipnoterapi MPC karena kami melihat pentingnya penguatan kapasitas guru dan pengasuh dalam bidang parenting dan kesehatan mental. Melalui kegiatan ini kami mendapatkan wawasan baru tentang cara memahami anak, membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih positif,” ujarnya.

Ia berharap kemitraan antara TPA IT Harapan Brebes dan Griya Hipnoterapi MPC dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia yang bermanfaat bagi pendidik maupun masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman dari para peserta. Banyak peserta mengaku memperoleh perspektif baru dalam menghadapi berbagai karakter anak sekaligus mendapatkan bekal praktis yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas pengasuhan dan pendidikan sehari-hari.

Melalui Pandopokan Embuh Tematik ini, para peserta tidak hanya belajar tentang teknik komunikasi dan parenting, tetapi juga diajak membangun kesadaran bahwa mendidik anak bukan sekadar mengajar, melainkan proses memahami, mendampingi, dan menumbuhkan potensi terbaik yang dimiliki setiap anak.

"Ketika guru memahami anak, dan orang tua memahami guru, maka anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh dukungan, kasih sayang, dan harapan."

{{{ Positif, Sehat dan Bahagia }}}